Proses Panen Getah Damar Mata Kucing Untuk Bahan Industri Farmasi
Praktik kearifan lokal dalam pemanenan getah damar spesies mata kucing di kawasan pesisir Lampung terus dipertahankan sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. Petani lokal memanjat pohon damar raksasa berketinggian puluhan meter untuk membuat takik torehan khusus pada batang pohon secara tradisional dan lestari. Cairan getah bening yang keluar dari batangnya dipanen secara berkala setelah mengeras menjadi kristal resin berkualitas bening mirip kaca murni. Komoditas resin alami ini sangat diminati oleh industri farmasi dan kosmetika internasional sebagai bahan pengikat dan pelapis obat medis modern.
Proses pemanenan getah damar ini dilakukan dengan menerapkan prinsip perlindungan pohon agar batang tidak mengalami pembusukan atau kerusakan fisik permanen yang mematikan. Torehan takik dibuat secara melingkar dengan kedalaman terukur guna memungkinkan jaringan pohon melakukan pemulihan luka secara alami dari waktu ke waktu. Kristal damar yang telah dipanen kemudian disortir berdasarkan tingkat kejernihan warna dan kerapatan struktur resin sebelum dikemas untuk dikirim ke pembeli ekspor. Kualitas resin damar mata kucing Lampung diakui sebagai salah satu kualitas kristal resin alami terbaik di dunia.
Aplikasi pemanfaatan resin getah damar dalam industri farmasi meliputi penggunaannya sebagai bahan pembuat selaput pelapis tablet obat (coating agent) dan bahan perekat medis. Sifat resin alami yang stabil dan aman bagi tubuh manusia membuat komoditas ini sukar digantikan oleh bahan sintetis buatan pabrik kimia. Selain itu, minyak esensial turunan getah ini dimanfaatkan sebagai bahan pengikat aroma wewangian pada industri manufaktur parfum kelas atas dunia. Permintaan pasar global yang stabil menjamin kelangsungan mata pencaharian ribuan keluarga petani damar tradisional di Lampung.
Keberadaan hutan repong damar yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat adat terbukti mampu menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan di sekitar Taman Nasional. Hutan damar bertindak sebagai zona penyangga yang melindungi keanekaragaman satwa langka seperti harimau dan gajah dari ancaman perambahan liar. Sistem agroforestri tradisional ini diakui oleh badan dunia UNESCO sebagai model pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis partisipasi aktif masyarakat lokal. Kesadaran merawat pohon damar diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya dan ekonomi warga.
Pemerintah daerah Lampung terus berupaya memberikan perlindungan hukum atas sertifikasi indikasi geografis produk damar mata kucing guna mencegah pemalsuan produk di pasar internasional. Riset mengenai pengembangan varietas tanaman damar cepat tumbuh juga terus didukung oleh instansi kehutanan guna memperluas area perkebunan damar rakyat. Penguatan kelembagaan koperasi petani damar menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya tawar harga komoditas di tingkat eksportir global. Pelestarian kearifan lokal pemanenan damar adalah bukti nyata harmoni antara ekonomi dan konservasi lingkungan.

