CNBC Lampung

Loading

Potret Kota Mati di Lampung, Bangunan Banyak Terbengkalai !

Fenomena “kota mati” di Lampung menjadi sorotan publik, terutama dengan banyaknya bangunan terbengkalai yang tersebar di beberapa lokasi. Kondisi ini mencerminkan permasalahan kompleks yang melibatkan perencanaan pembangunan, investasi, dan pengelolaan aset daerah.

Lokasi dan Kondisi “Kota Mati” di Lampung:

  • Kota Baru Lampung Selatan:
    • Mega proyek Kota Baru di Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi contoh paling mencolok.
    • Proyek yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah ini terbengkalai, dengan gedung-gedung yang tidak terurus, fasilitas hancur, dan lahan terlantar.
    • Kondisi ini memicu kekhawatiran karena berpotensi menjadi lokasi kegiatan negatif seperti pesta miras, narkoba, dan mesum.
    • Salah satu gedung yang sudah berdiri dan beroperasi hanyalah RS Bandar Negara Husada.
  • Perumahan Puri Gading, Bandar Lampung:
    • Kompleks Perumahan Puri Gading di Sukamaju, Telukbetung Timur, Bandar Lampung, juga mengalami kondisi serupa.
    • Kompleks ini sepi, dengan banyak bangunan terbengkalai dan nyaris tanpa penghuni.

Faktor-faktor Penyebab:

  • Perencanaan Pembangunan yang Kurang Matang:
    • Proyek-proyek besar seperti Kota Baru Lampung Selatan diduga kurang perencanaan yang matang, sehingga terhenti di tengah jalan.
    • Pergantian kepemimpinan daerah juga mempengaruhi kelanjutan proyek-proyek tersebut.
  • Masalah Investasi dan Anggaran:
    • Keterbatasan anggaran dan masalah investasi menjadi kendala utama dalam penyelesaian proyek-proyek pembangunan.
    • Pengelolaan anggaran yang kurang efektif juga memperparah kondisi ini.
  • Kurangnya Pengawasan dan Pemeliharaan:
    • Bangunan-bangunan yang sudah dibangun kurang mendapat pengawasan dan pemeliharaan, sehingga cepat rusak dan terbengkalai.
    • Adanya tindakan pencurian terhadap material bangunan, seperti besi, kabel, dan lampu, juga mempercepat kerusakan.

Dampak dan Upaya yang Dilakukan:

  • Kerugian Ekonomi:
    • Proyek-proyek terbengkalai menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi daerah.
    • Potensi pendapatan dari sektor properti dan pariwisata hilang.
  • Dampak Sosial:
    • Kondisi “kota mati” menciptakan citra negatif bagi daerah dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
    • Lokasi-lokasi terbengkalai rawan menjadi tempat kegiatan negatif.
  • Upaya Pemerintah:
    • Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek pembangunan yang terbengkalai.
    • Perencanaan pembangunan yang lebih matang, pengelolaan anggaran yang efektif, dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
    • Pihak terkait juga melakukan upaya untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan yang terbengkalai.