CNBC Lampung

Loading

Nasib Nahas di Bendungan: Dua Remaja SMP Lampung Terseret Arus Saat Beraktivitas

Dua remaja SMP di Lampung mengalami nasib nahas saat beraktivitas di sekitar bendungan. Keduanya terseret arus deras dan ditemukan meninggal dunia. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat Lampung. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan bahaya bermain di area perairan yang tidak diawasi.

Korban diketahui berinisial R (14) dan A (13), keduanya siswa SMP di wilayah Lampung Selatan. Mereka dikabarkan pergi ke bendungan untuk bermain atau sekadar bersantai bersama teman-teman lainnya pada Minggu sore (23/6). Awalnya, tidak ada tanda-tanda bahaya yang terlihat.

Namun, secara tiba-tiba, arus bendungan yang sebelumnya tenang mendadak menjadi deras. Diduga, hal ini disebabkan oleh pembukaan pintu air atau curah hujan di hulu. Salah satu dari dua remaja SMP itu terpeleset, dan yang lainnya mencoba menolong, namun keduanya justru ikut terseret arus.

Teman-teman korban yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan. Mereka berusaha melakukan pencarian secara mandiri, namun derasnya arus dan kondisi air yang keruh menjadi kendala besar.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, dan kepolisian setempat segera dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian berlangsung dramatis hingga larut malam. Akhirnya, jenazah dua remaja SMP tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda, beberapa kilometer dari titik awal mereka terseret arus.

Keluarga korban tidak dapat menahan tangis saat jenazah anak-anak mereka berhasil dievakuasi. Suasana duka menyelimuti seluruh desa. Kepergian kedua remaja ini secara tragis meninggalkan luka yang sangat mendalam di hati orang tua dan kerabat yang ditinggalkan.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Orang tua diminta untuk melarang anak-anak bermain di area bendungan atau sungai yang berarus deras, terutama saat musim hujan. Ini adalah nasib nahas yang bisa dicegah.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memasang rambu peringatan atau pembatas di area-area bendungan yang berbahaya. Edukasi tentang keselamatan di air juga perlu digencarkan di sekolah-sekolah dan masyarakat untuk mencegah nasib nahas terulang kembali.