CNBC Lampung

Loading

Viral di TikTok: Perjuangan Pelajar Lampung Tengah Seberangi Jembatan Lapuk Demi Sekolah

Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video menyentuh hati memperlihatkan Perjuangan Pelajar Lampung di Kabupaten Lampung Tengah yang harus bertaruh nyawa menyeberangi jembatan kayu yang sudah lapuk demi menuntut ilmu. Rekaman yang viral di platform TikTok tersebut memicu gelombang simpati dari jutaan netizen di seluruh Indonesia, yang merasa terharu sekaligus bangga melihat semangat pantang menyerah anak-anak bangsa tersebut. Meskipun kondisi infrastruktur penghubung antar-desa tersebut sangat memprihatinkan dengan papan yang mulai berlubang dan tiang penyangga yang miring, para siswa tetap melangkah dengan penuh keyakinan setiap pagi demi mencapai sekolah mereka tepat waktu.

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun pada hari Kamis, 12 Februari 2026, lokasi jembatan tersebut berada di kawasan perbatasan Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah. Jembatan sepanjang kurang lebih 40 meter ini merupakan akses utama bagi puluhan anak sekolah dari desa tetangga untuk menuju gedung SMP dan SMA terdekat. Dalam laporan pantauan rutin yang dilakukan oleh personel Polsek Selagai Lingga yang dipimpin oleh Ipda Sugiyanto pada pagi hari pukul 07.15 WIB, terlihat bahwa para petugas kepolisian turut turun ke lapangan untuk membantu menyeberangkan para siswa guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kehadiran aparat di lokasi tersebut memberikan rasa aman sementara bagi orang tua murid yang setiap hari merasa cemas saat melepaskan anak-anak mereka berangkat sekolah.

Respons positif juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum yang segera melakukan peninjauan teknis ke lokasi sesaat setelah video tersebut meledak di media sosial. Pihak pemerintah daerah menjanjikan bahwa perbaikan darurat akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat untuk memastikan Perjuangan Pelajar Lampung dalam meraih cita-cita tidak lagi terhambat oleh kendala infrastruktur yang membahayakan. Semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para pelajar ini dianggap sebagai potret nyata ketangguhan generasi muda di daerah yang tidak mau kalah dengan keadaan. Keinginan mereka untuk bersekolah tetap tinggi, meski akses yang mereka lalui jauh dari kata layak dibandingkan dengan daerah perkotaan.

Selain bantuan dari pemerintah, solidaritas masyarakat juga mulai mengalir melalui berbagai penggalangan dana digital untuk menyediakan fasilitas pendukung seperti sepatu baru dan tas sekolah bagi anak-anak di wilayah tersebut. Banyak pihak menilai bahwa Perjuangan Pelajar Lampung ini adalah pengingat bagi semua pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan pemerataan pembangunan di pelosok desa.

Etika Berkendara di Jalan Raya: Cerminan Kesadaran Sosial Kit

Jalan raya bukan hanya sekadar jalur untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan juga ruang publik yang mencerminkan karakter dan kesadaran sosial suatu masyarakat. Etika berkendara adalah fondasi penting yang memastikan keselamatan dan kenyamanan semua pengguna jalan. Mengabaikan etika ini tidak hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga menunjukkan kurangnya empati dan penghargaan terhadap ruang bersama. Oleh karena itu, mempraktikkan etika berkendara yang baik adalah manifestasi dari kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar dan sesama.

Pada 10 Oktober 2025, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan mengadakan kampanye edukasi yang menyoroti betapa pentingnya kesadaran akan aturan dan etika di jalan. Dalam kampanye tersebut, Kepala Satlantas Kompol Budi Harahap menyampaikan bahwa banyak kecelakaan dan kemacetan disebabkan oleh pelanggaran kecil, seperti tidak memberi jalan pada pejalan kaki, tidak menggunakan lampu sein, atau menerobos lampu merah. Etika berkendara yang baik dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati hak pengguna jalan lain. Ini termasuk pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara motor, yang sering kali rentan terhadap perilaku pengemudi yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, kesabaran adalah elemen kunci dalam etika berkendara. Di tengah kemacetan yang padat, godaan untuk menyalip dari bahu jalan atau menggunakan jalur busway seringkali muncul. Tindakan ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga memperparah kemacetan dan menciptakan ketidaknyamanan bagi orang lain. Laporan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Transportasi Nasional pada 20 November 2025 menunjukkan bahwa perilaku agresif di jalan raya, seperti membunyikan klakson secara berlebihan atau mengemudi terlalu cepat, sering kali memicu insiden dan konflik antarpengemudi. Oleh karena itu, bersikap tenang dan sabar saat menghadapi lalu lintas yang padat adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sangat dibutuhkan.

Sikap saling menghormati juga tercermin dari cara kita berinteraksi di jalan. Misalnya, memberikan kesempatan pada mobil lain untuk berpindah jalur, tidak menghalangi pintu masuk atau keluar parkir, dan mengucapkan terima kasih saat diberi jalan. Tindakan-tindakan kecil ini menciptakan lingkungan berkendara yang lebih harmonis dan nyaman bagi semua pihak. Pada 5 Desember 2025, dalam sebuah forum keselamatan berkendara di Balai Kota Jakarta, seorang ahli sosiologi perkotaan, Dr. Rina Kusuma, menyebutkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap etika berkendara dapat menjadi indikator tingkat kesadaran sosial di sebuah kota. Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan ruang publik, semakin baik pula kualitas interaksi di jalan raya. Pada akhirnya, etika berkendara bukanlah sekadar seperangkat aturan, tetapi cerminan dari budaya kita dalam menghargai orang lain dan menjaga ketertiban bersama. Dengan mempraktikkannya, kita tidak hanya menjadi pengemudi yang lebih baik, tetapi juga warga negara yang lebih bertanggung jawab.

Battle Rasa Permen Karet Terpopuler: Mana yang Jadi Favoritmu?

Dunia permen karet adalah arena persaingan rasa yang seru dan tak berkesudahan. Dari klasik yang menyegarkan hingga inovasi rasa yang unik, setiap varian menawarkan pengalaman mengunyah yang berbeda. Pertanyaannya, di antara banyaknya pilihan, mana saja rasa permen karet yang paling populer dan berhasil merebut hati para penggemarnya? Mari kita adu rasa!

Peppermint, sang juara bertahan, selalu menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Sensasi dingin dan menyegarkannya memberikan kesegaran instan pada napas. Popularitasnya yang abadi menjadikannya standar emas dalam dunia permen karet.

Menyusul ketat di belakangnya adalah Spearmint. Dengan rasa mint yang lebih lembut dan sedikit manis, spearmint menawarkan alternatif yang menyegarkan namun tidak terlalu kuat. Aroma khasnya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Tidak bisa dilupakan adalah rasa Buah-buahan. Dari stroberi yang manis, anggur yang segar, hingga campuran buah tropis yang eksotis, permen karet rasa buah menawarkan sensasi yang menyenangkan dan seringkali disukai oleh segala usia. Variasi rasa buah terus bermunculan, menunjukkan inovasi yang tak pernah berhenti.

Kemudian ada kategori rasa yang lebih unik dan berani. Kayu Manis dengan kehangatan dan aromanya yang khas memiliki penggemar setia. Bubblegum klasik dengan rasa manisnya yang ikonik dan kemampuannya menghasilkan gelembung besar juga tak lekang oleh waktu. Bahkan, kini muncul rasa-rasa yang lebih nyeleneh seperti rasa kopi, cotton candy, hingga rasa-rasa unik lainnya yang terus dieksplorasi.

Popularitas rasa permen karet tentu saja bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh preferensi pribadi serta tren pasar. Namun, peppermint dan spearmint tetap menjadi pemain utama yang sulit digeser. Sementara itu, rasa buah-buahan dan varian unik terus berinovasi untuk menarik perhatian para konsumen.

Jadi, mana yang menjadi favoritmu dalam battle rasa permen karet terpopuler ini? Apakah kamu setia pada rasa klasik yang menyegarkan, atau lebih suka mencoba sensasi rasa baru yang unik? Pilihan ada di tanganmu!

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca tentang Sejarah, terimakasih !

Tradisi Ngebuyu Lampung: Sambutan Hangat untuk Sang Buah Hati

Masyarakat Lampung memiliki beragam tradisi unik dalam menyambut kelahiran seorang bayi. Salah satunya adalah tradisi “Ngebuyu,” sebuah upacara adat yang sarat makna dan kebersamaan. Tradisi ini merupakan wujud syukur dan kegembiraan atas kelahiran anggota keluarga baru, sekaligus sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan bagi ibu dan sang bayi.

Makna dan Tujuan Tradisi Ngebuyu:

Secara harfiah, “Ngebuyu” dalam bahasa Lampung berarti “memberi kabar” atau “mengumumkan”. Tradisi ini dilakukan sebagai cara untuk memberitahukan kepada sanak saudara, tetangga, dan kerabat tentang kelahiran bayi. Lebih dari sekadar pengumuman, Ngebuyu juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama.

Pelaksanaan Tradisi Ngebuyu:

Tradisi Ngebuyu biasanya dilaksanakan beberapa hari setelah kelahiran bayi, namun waktunya dapat bervariasi tergantung pada kesepakatan keluarga dan kondisi ibu serta bayi. Persiapan Ngebuyu melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga inti hingga tetangga sekitar.

Pada hari pelaksanaan, rumah keluarga yang baru dikaruniai buah hati akan ramai dikunjungi oleh para tamu. Mereka datang membawa berbagai macam bingkisan atau “buah tangan” (oleh-oleh) berupa makanan tradisional Lampung seperti geguduh, tat, dan berbagai jenis kue lainnya, serta perlengkapan bayi seperti pakaian, selimut, dan mainan.

Acara inti dari tradisi Ngebuyu adalah berkumpul dan bersilaturahmi. Para tamu akan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh keluarga, sambil memberikan ucapan selamat dan doa restu kepada ibu dan bayi.

Nilai-Nilai Luhur dalam Tradisi Ngebuyu:

Tradisi Ngebuyu mengandung nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung, seperti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Melalui tradisi ini, terjalin ikatan yang kuat antar anggota masyarakat, di mana kebahagiaan dan beban dirasakan bersama. Ngebuyu juga menjadi sarana untuk melestarikan kearifan lokal dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Meskipun zaman terus berkembang, tradisi Ngebuyu masih tetap dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat Lampung sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat leluhur dan sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan. Tradisi ini menjadi simbol kehangatan keluarga dan eratnya persaudaraan dalam menyambut kehadiran anggota keluarga baru.