Tragedi Keluarga di Oku: Ayah Dibunuh, Ibu Disiksa, Polisi Tangkap Anak Kandung
BATURAJA, OGAN KOMERING ULU – Warga Ogan Komering Ulu (Oku), Sumatera Selatan, dikejutkan dengan peristiwa tragis di sebuah rumah di Kecamatan Baturaja Timur. Seorang ayah Dibunuh dengan luka mengenaskan, sementara sang ibu mengalami penyiksaan. Pelaku dari tindakan keji ini tak lain adalah anak kandung korban sendiri. Pihak kepolisian dengan sigap berhasil menangkap pelaku beberapa jam setelah kejadian.
Peristiwa ayah dibunuh ini terjadi pada Selasa dini hari, 8 April 2025, sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Herman (55 tahun) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dengan luka tusuk di bagian leher dan dada. Sementara itu, istri korban, bernama Sri (52 tahun), ditemukan dalam kondisi lemah dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya akibat penyiksaan.
Pelaku, yang merupakan anak kandung korban bernama Rian (28 tahun), berhasil diamankan oleh tim Reskrim Polres Oku di kediamannya yang tidak jauh dari lokasi kejadian sekitar pukul 06.00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan olah TKP dan mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga sekitar yang mendengar keributan dari rumah korban.
Kapolres Oku, AKBP Imam Zamroni, dalam пресс-релиз yang disampaikan pada Selasa siang, 8 April 2025, membenarkan adanya peristiwa ayah dibunuh dan penyiksaan terhadap ibu yang dilakukan oleh anak kandung korban. “Kami telah berhasil mengamankan pelaku yang merupakan anak dari kedua korban. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif dari tindakan keji tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal, motif ayah dibunuh dan penyiksaan terhadap ibu diduga kuat dilatarbelakangi oleh masalah keluarga dan perselisihan terkait harta warisan. Namun, pihak kepolisian masih akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan motif sebenarnya. Barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan pelaku juga telah diamankan.
Peristiwa ayah dibunuh dan penyiksaan terhadap ibu ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin. Pihak kepolisian akan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku atas tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa dan luka fisik.

