Cara Elegan Menghadapi Mansplaining di Tengah Rapat Profesional
Dunia kerja sering kali menjadi tempat di mana dinamika kekuasaan dan gender bersinggungan secara nyata, salah satunya melalui fenomena mansplaining. Istilah ini merujuk pada situasi di mana seorang pria menjelaskan sesuatu kepada wanita dengan cara yang merendahkan atau mengasumsikan bahwa wanita tersebut tidak memiliki pengetahuan yang cukup, meskipun sebenarnya sang wanita jauh lebih ahli di bidang tersebut. Menghadapi situasi seperti ini di tengah rapat profesional membutuhkan strategi yang cerdik agar pesan tetap tersampaikan tanpa merusak suasana kerja yang kondusif atau menurunkan kredibilitas pribadi kita.
Cara pertama yang paling elegan untuk menghadapi mansplaining adalah dengan tetap bersikap tenang namun tegas. Saat seseorang mulai memotong pembicaraan Anda untuk menjelaskan hal yang baru saja Anda sampaikan, Anda bisa memberikan respons balik dengan kalimat seperti, “Terima kasih atas tambahannya, namun poin yang saya maksud adalah…” Kalimat ini menunjukkan bahwa Anda masih memegang kendali atas narasi yang sedang dibahas. Dengan menjaga nada suara yang stabil, Anda menunjukkan profesionalitas tingkat tinggi sekaligus memberikan sinyal bahwa Anda tidak bisa diremehkan begitu saja di meja perundingan.
Selain itu, penting untuk memiliki sekutu di dalam ruang rapat. Jika Anda melihat rekan kerja lain mengalami mansplaining, Anda bisa membantu mengembalikan fokus kepadanya dengan mengatakan, “Saya ingin mendengar lebih lanjut ide dari rekan saya, karena dia adalah ahlinya di bidang ini.” Membangun budaya saling mendukung antar rekan kerja akan menciptakan lingkungan di mana perilaku merendahkan tersebut tidak mendapatkan ruang untuk tumbuh. Solidaritas profesional sangat efektif untuk memutus rantai perilaku yang sering kali tidak disadari oleh pelakunya tersebut, sehingga produktivitas tim tetap terjaga dengan baik.
Strategi lainnya adalah dengan mengajukan pertanyaan langsung yang menantang kapasitas pengetahuan mereka secara sopan. Sering kali, orang yang melakukan mansplaining hanya ingin mendominasi percakapan tanpa benar-benar memahami detail teknis. Dengan menanyakan detail yang spesifik, Anda secara halus menunjukkan siapa yang sebenarnya menguasai materi. Hal ini bukan bertujuan untuk memicu konflik, melainkan untuk menegaskan batasan profesional bahwa setiap kontribusi harus didasarkan pada kompetensi, bukan pada asumsi gender semata yang sudah tidak relevan lagi di era modern saat ini.

