CNBC Lampung

Loading

Antisipasi Siklon Tropis: Strategi Penjagaan Pantai dan Dermaga

Ancaman siklon tropis yang kian meningkat frekuensinya di perairan Indonesia menuntut peningkatan kesiapsiagaan di wilayah pesisir. Antisipasi Siklon Tropis yang matang tidak hanya melibatkan peringatan dini cuaca, tetapi juga mencakup strategi fisik untuk melindungi infrastruktur vital seperti pantai dan dermaga. Kerusakan pada dermaga dapat melumpuhkan sektor perikanan dan logistik, yang secara langsung memukul ekonomi daerah. Oleh karena itu, langkah-langkah Antisipasi Siklon Tropis harus segera diimplementasikan untuk meminimalisasi kerugian, sehingga masyarakat pesisir dapat menjaga stabilitas usaha dan mencapai Kemandirian Finansial.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini pembentukan bibit siklon tropis di Samudra Hindia bagian tenggara, yang diprediksi dapat memicu gelombang tinggi hingga 6 meter di beberapa perairan selatan. Peringatan ini dikeluarkan pada hari Selasa, 22 Oktober 2024, pukul 11.00 WIB. Kepala BMKG Maritim, Dr. Ir. Hari Susanto, M.T., menekankan bahwa Antisipasi Siklon Tropis harus dilakukan dalam dua aspek: keselamatan pelayaran dan pengamanan infrastruktur darat. “Nelayan kecil diimbau untuk tidak melaut. Sementara itu, infrastruktur pantai harus diperkuat dari risiko abrasi dan gelombang pasang ekstrem,” jelas Dr. Hari.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera merespons dengan mengaktifkan tim siaga darurat. Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR, Bapak Roni Setiawan, S.Sos., M.AP., menyatakan bahwa pengerjaan proyek revitalisasi tanggul penahan ombak di tiga titik pantai rawan abrasi dipercepat. “Kami telah bekerja lembur sejak Rabu, 23 Oktober 2024, untuk memasang geotextile dan breakwater sementara. Proyek ini ditargetkan selesai 80% sebelum puncak musim badai,” kata Bapak Roni. Prioritas PUPR adalah melindungi dermaga pelabuhan ikan utama agar aktivitas bongkar muat komoditas vital tetap bisa dilanjutkan segera setelah badai mereda.

Di sisi keamanan, peran aktif aparat juga sangat krusial. Pihak kepolisian perairan dan udara (Polairud) ditugaskan untuk mengawal proses penambatan kapal-kapal nelayan besar di area aman pelabuhan. Kasat Polairud, AKP Rahmat Hidayat, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya juga melakukan patroli persuasif untuk memastikan tidak ada nelayan yang nekat melaut. “Kami wajibkan semua kapal nelayan untuk sandar dan menambatkan tali sekencang mungkin ke dermaga yang kokoh. Antisipasi Siklon Tropis ini menyangkut nyawa dan aset mereka,” tegas AKP Rahmat. Dengan strategi penjagaan pantai yang terpadu dan kolaborasi multi-sektor, kerusakan akibat Antisipasi Siklon Tropis dapat diminimalisir. Upaya perlindungan infrastruktur dan mata pencaharian ini merupakan langkah fundamental bagi masyarakat pesisir untuk memastikan mereka dapat segera beraktivitas kembali dan mencapai Kemandirian Finansial tanpa terpuruk akibat bencana alam.